Wisatahati Business School

Delapan Prinsip Pengusaha

Delapan prinsip pengusaha adalah pilar-pilar yang harus kukuh kita pegang untuk menjadi Spiritual Entrepreneur. Delapan prinsip tersebut diekstrak oleh Ust Yusuf Mansur dari Surat Ali Imran ayat 14-17:

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah beriman, Maka ampunilah segala dosa Kami dan peliharalah Kami dari siksa neraka,”.  (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Delapan  prinsip itu membentuk mozaik postur pengusaha yang selalu diliputi pertolongan Sang Pemilik Modal Utama. Prinsip pertama adalah Aamanna, yakin hanya Allah yang berkehendak. Inilah titik zero yg justru menjadi pelipat ganda kekuatan. Prinsip kedua adalah Faghfirlana, minta ampunan Allah SWT atas dosa masa lalu yang kerap menghalangi pertolonganNya. Prinsip yang ketiga adalah Waqina ‘adzabannaar, menjaga diri dari api neraka. Inilah prinsip yg membangun komitmen untuk selalu berusaha bersih dari dosa.

Jika prinsip pertama adalah pondasi, prinsip kedua dan ketiga adalah “pembersihan” atas segala penghalang pertolonganNya.

Prinsip keempat adalah Ash-Shobiriina. Sabar, baik dalam amaliyah, menahan diri dari maksiat atau ketika mengelola nafsu. Prinsip yang kelima adalah Ash-Shodiqiina. Selalu lurus dan jujur dalam pikiran maupun tindakan. Prinsip keenam adalah Al-Qonitiina. Selalu taat akan perintah Allah. Perintah Allah adalah prioritas di atas segala aktivitas.

Ketika prinsip kedua dan ketiga telah membersihkan diri kita, prinsip keempat, kelima dan keenam  menjadi pagar penjagaan.

Dua prinsip berikutnya adalah roket pendorong untuk bergerak lebih cepat menuju Quantum Changing. Prinsip ketujuh adalah Al-Munfiqiina, yaitu menafkahkan harta di jalan Allah baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Prinsip kedelapan adalahMustaghfiriina bil Ashhaar, beristighfar di waktu sahur, berdiri hidupkan malam dengan melaksanakan shalat Tahajud.

Prinsip ketujuh dan kedelapan adalah tradisi para kekasih Allah, prinsip yang akan jadi “pesawat jet” bagi para pengusaha.

26 September 2013

3 Responses on Delapan Prinsip Pengusaha"

  1. Ya Allah.. setelah baca ini rasanya hati ter-tegur. Bersyukur telah Allah arahkan saya menuju halaman ini. Segala sesuatu pada dasarnya bermuara pada Allah SWT. Apapun itu, pokoknya hanya kepada Allah kita berserah diri. Ganjaran Allah lebih dari yang kita berikan kepada-Nya.
    Subhanallah..

  2. nopi says:

    sesuatu hal yang amat berat untuk dijalankan….. super hebat jika bisa istiqoamah didalamnya

Leave a Reply to Dian Suprayogi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Apa Itu WHBS?

Wisatahati Business School (WHBS) adalah sekolah bisnis online yang bisa diikuti oleh semua orang. Dengan konsep e-learning, anda bisa belajar dimana saja dan kapan saja.

Mulai Sekarang!

Berbagi Ilmu

Menjadi Pengajar

Who’s Online

There are no users currently online

Kontak

Graha Sentosa
Jl. Sentosa Raya No. 3C
Mekarjaya Sukmajaya
Kota Depok 16411

081282750060
24EEAD1F
info@whbs.or.id

Media Sosial




top
© Wisatahati Business School (WHBS). All rights reserved.